Selamat malam bagi orang yang nganggur dan para stalker. Terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk baca blog gua yang amat ga penting, tanpa gua waktu nganggur kalian pasti kurang bermakna. (oke itu basi). Seperti judul di atas "Kucing Jantan", kali ini gua bakal ngebahas tentang kucing gua namanya "Messi". Kebetulan tepat pada tanggal 21 September lalu beliau wafat. Sebelumnya dia sakit-sakitan dan gak nafsu makan. Banyak spekulasi yang bermunculan kenapa Messi bisa mati, mulai dari keselek tulang, bosen hidup (gara2 ditinggal pacarnya) sampe nenggak bayclin(dengan alasannya sama yaitu bosen hidup). Tapi menurut gua keselek tulang adalah alasan yang paling realistis.
Si Messi ini adalah kucing kampung yang manja, makan aja minta diambilin. Tak seperti kucing garong kebanyakan, ketika ada makanan di atas meja makan, Ia cuma mengendus-ngendus lalu mengikhlaskan makanan tersebut untuk majikannya lalu pergi. Makanan favoritnya adalah kepala ayam dan ikan tongkol. Dia pun tahu waktu kapan dia harus mengeong untuk minta makan dan kapan harus pergi main (biasanya sih maen ke kucing tetangga sebelah, kadang juga nyapa musuhnya yang lagi nongkrong di markasnya). Messi ini dulunya kucing yang periang. Gua masih inget ketika dia masih kecil dan pertama kalinya dia datang kerumah gua buat minta setoran makan. Pada saat itu dia selalu mencakar kaki manusia yang ada di hadapannya, gua pun selalu was-was ketika ngelangkah kalo si messi ini berada dibelakang gua. Messi tergolong kucing yang sangat amat tidak mengenakan bila digendong, dia selalu mencakar siapa pun yang menyentuh tubuhnya. Messi kecil hari-harinya kebanyakan dihabiskan tidur di dalam rumah.
Waktu pun terus berlalu, messi pun bertambah dewasa. Dia sudah tidak lagi mencakar-cakar kaki orang. Dia terlihat lebih kalem dan lebih tenang, tapi wajah imutnya masih seperti dulu tak ada yang berubah. Messi yang kini telah menjadi dewasa pun mempunyai pacar. Kucing yang tinggal di klinik adalah pacarnya. Setiap pagi setelah sarapan, messi pun bergegas apel kerumah pacarnya. Begitu pun saat siang, dia hanya ke rumah majikannya cuma numpang makan abis itu pergi lagi. Kadang saat malam tiba, Ia meminta izin menginap dirumah pacarnya. Kesehariannya selalu begitu terus. Gua melihat messi menjadi messi yang lebih periang dari sebelumnya.
Hingga pada akhirnya, di suatu pagi pacarnya mati karena keracunan. Messi yang tidak tahu kenapa pacarnya tidak bangun dari tidurnya pun mencoba membangunkan dengan cara memijat-mijat dengan kedua kakinya sambil mengendus-endus, lalu kemudian teriak meong...meong...meong (kurang lebih terjemahannya seperti ini, "Sayang bangun!! Katanya sekarang kita mau pergi makan ayam kecap kesukaan kamu"). Messi pun mulai punya prasangka buruk tentang pacarnya. Messi mencoba terus memijat ke arah perut hingga kebawah tenggorokan sambil teriak meong...meong...meong ("Sayang ih sumpah ga lucu pisan, bangun atuh!"). Hingga pada akhirnya dia menyadari kalo pacarnya sudah berpulang ke pangkuan yang maha kuasa. Raut kesedihan terpancar dari mukanya. Tepatnya sore pada waktu itu, messi untuk pertama kalinya mengeong pertanda ungkapan kesedihan dirinya. Dia mengeong dengan suara dan perasaan hati yang tak bisa dijelaskan oleh kata2 bangsa perkucingan maupun manusia. Dia berkabung untuk orang yang dicintainya. Pada sore itu messi tak bisa membendung suasana hatinya, dia tetap mengeong.
Sejak saat itu messi bukan kucing periang yang dulu pernah gua kenal. Dia selalu menyendiri, kebanyakan bengong, terlihat murung, tapi dia mencoba tetap tegar. Gua tau apa yang messi rasakan dan gua coba memahaminya. Saat malam hari, Ia selalu terbangun dari tidurnya sambil menatap ke luar ke arah jendela, tak sampe satu jam dia pun mencoba kembali tidur. "Messi udah ga pulang udah lebih dari 3 hari", kata nyokap. Biasanya si messi ini selalu pulang pagi walaupun dia nginep tidur dimana tau, tapi juga pernah ga pulang 2 hari gara-gara ke kunci di posyandu deket rumah. Gua pun menduga-duga pasti ada kenapa2 sama si messi. Beberapa hari kemudian dia pun pulang ke rumah dengan kaki pincang dan badannya yang kurus *entah dia puasa berapa hari*. Spekulasi pun bermunculan, kuat dugaan si messi ini keserempet mobil/motor. Dia pun mau gamau diem di rumah terus karna gabisa kemana. Gua pun mulai iba. Kadang gua membiarkan dia tidur di atas kasur gua dengan balutan bedcover dibawahnya. Ini bukan pertama kalinya messi sakit seperti ini. Setelah melewati masa pemulihannya, dia pun udah bisa pergi ke luar. Hari demi hari telah terlewati, messi pun kembali sakit. Kali ini dia gamau makan, entah karna ada sesuatu yang mengganjal ditenggorokannya atau alasan lain. Dia pun semakin lemah. Dia sakit dan tidak mau makan. Pada saatnya tiba dia pun meninggal pagi2.
Bagi gua messi adalah bukan cuma kucing biasa, dia udah dianggap sebagai bagian dari keluarga gua. Messi adalah sosok yang sangat dikenal oleh para tetangga dan kucing2 lainnya. Dia pergi untuk meninggalkan kenangan untuk orang-orang yang mengenalnya. Dia mengajarkan beberapa hal ke gua, yaitu mencintai seseorang sewajarnya karena suatu saat orang itu bakal meninggalkan luka buat kita dan kita ga bakal pernah tau. Ga ada lagi messi si kucing periang, messi yang suka nyakar-nyakar, messi yang selalu memasang muka imut, dan messi yang suka dateng ke kamar gua lalu tidur. Memang ga akan ada messi untuk kedua kalinya. Tapi suatu saat gua bakal melihara messi berikutnya :)).
0 komentar:
Posting Komentar