Minggu, 29 November 2015

Childhood Story Part 2

Kesalahan gua ketika masih kecil adalah gua terlalu polos. Gua masih inget pas pagi-pagi tepatnya sebelum mulai masuk kelas (biasanya murid2 lagi ngomongin topik yang masih hangat), salah satu temen gua dateng nyamperin gua. Dari jauh sudah terlihat bubuk putih di telapak tangan kanannya. Lalu, si temen gua ini menyodorkannya ke gua sambil berbisik "Jangan bilang siapa2 ya? Ini gua bawa sabu-sabu". Entah kenapa gua langsung percaya gitu aja sama omongannya. Dia pun ngejilat bubuk putih "Nih gua jilat. Mau nyoba ga?". Gua rada jiji gitu ketika dia coba nyodorin tangan yang bekas dijilat. Gua pun menggeleng-gelengkan kepala sambil berharap ada polisi yang menggerebeknya. Sampai sekarang kejadian itu masih membekas di ingatan gua. Seiring berjalannya waktu gua pun sadar kalo bubuk putih itu mirip kaya gula bubuk yang biasa buat nepungin donat.

Terlepas dari moment kebodohan gua, ada salah satu moment yang memorable banget ketika gua kelas 3 SD. Jadi waktu itu ada kayak kelas meeting gitu. Kebetulan di sekolah gua itu satu angkatan ada 2 kelas. Nah, gua ini kelas 3 b dan lawannya tuh kelas 3 a. Gua lupa cabang olah raga apa aja yang diadain, gua cuma inget kalo gua ikut lomba catur sama sepak bola.

Pertandingan catur pun dimulai. Gua pun turun sebagai salah satu perwakilan dari kelas b. Pada babak pertama pertandingannya cukup sengit. Berkat dukungan cewek-cewek dari kelas b, gua pun akhirnya menang. "Gak sia-sia tiap hari maen catur sama bokap" kata gue dalam hati. Babak kedua pun dimulai, kali ini lawan gua cukup tangguh. Pemegang catur emas kelas 25kg. Gua pun tetap pede seolah-olah gua ini jebolan pecatur tingkat kelurahan. Pertandingannya pun cukup sengit. Meski gua dapat dukungan moral dari pendukung cewek-cewek, gua pun kalah.

Setelah pertandingan catur selesai, pertandingan sepak bola pun dimulai. Hampir semua siswa kelas a dan b turut andil dalam pertandingan tersebut. Aroma persaingan pun sudah tercium sebelum pertandingan dimulai. Pertandingan antara kelas a dan b ini sarat akan gengsi dan persaingan. Rival abadi. Beda-beda tipislah sama kaya el-clasico. Siapa yang kalah di pertandingan ini, bakal dihina abis-abisan keesokan harinya. Babak pertama pun dimulai, kedua tim saling jual beli serangan, hingga pluit akhir babak pertama ditiup tidak ada goal tercipta. Babak kedua pun demikian, skor kacamata masih menghiasi papan skor. Namun stamina dari kedua tim sudah nampak kelelahan. Pertandingan pun mulai tampak membosankan. Hingga salah satu seorang guru berteriak dari pinggir lapangan "Siapa yang ngegoalin gawang lawan, dia pemenangnya!". Pertandingan pun kembali memanas. Kedua tim saling jual beli serangan. Gua? Gua nungguin bola didepan pas tim gua lagi diserang. Gua masih menghela nafas sambil komat kamit baca surat hafalan al-baqarah yang gua suka baca pas ngaji sama nenek gua. Tendangan bebas pun terjadi setelah temen gua di langgar di dekat kotak penalty. Temen gua pun ancang2 mau menendang. Gua bersiap menyambut umpan di kotak penalty. Dengan pedenya temen gua pun langsung melepaskan tendangannya ke gawang. Namun, kiper lawan berhasil menepis bola dan bola pun jatuh ke kaki gua. Tanpa pikir panjang gua pun langsung tendang dan Goooall. Dengan bangganya gua lari kepinggir lapangan dan balik ke tengah lapangan berusaha menjauhi temen2 gua yang ngejar gua sambil kegirangan. Gak sia2 gua main bola sampe kejebret muka gua tiap sore, pikir gua. 

Sabtu, 24 Oktober 2015

Childhood Story Part 1

Selamat malam minggu, selamat bagi yang merayakannya. Bagi yang jomblo dari pada meratapi nasib, mending baca blog gua. Kali aja setelah ngebaca blog gua, minggu depannya masih ngebaca blog gua tapi... Bacanya sama pacar. Kali ini gua bakal ngebahas tentang "Childhood" atau "Masa Kecil". Alesan gua ngebahas ini karna entah kenapa gua suka tiba-tiba keinget masa kecil gua, masa-masa dimana ingus bertetesan kemana-mana, BAB dicebokin, gigi ompong, dan masih banyak lagi.

Waktu umur gua sekitar 4 atau 5 tahunan, harus gua akui, gua adalah fans fanatiknya joshua. Ini ditandai dengan baju dan kupluk *ala ala joshua* yang gua punya, udah gitu gua sering banget ngedengerin lagunya yang judulnya "diobok-obok" yang video klipnya bareng tukul. Sampe sekarang lagu tersebut masih terngiyeng-ngiyeng di kepala gua, gua masih inget liriknya, sumpah. Ga cuma itu, gua pun hafal beberapa judul filmnya.

Ngomong-ngomong gua masuk TK umur 5 tahun, TK adalah masa-masa dimana gua menganggap kalo sekolah adalah justru tempat bermain dan kebanyakan jalan-jalan. *setelah mulai memasuki SD anggapan gua berubah*. Beberapa aktivitas yang gua suka dan yang gua inget saat TK adalah saat makan siang *kadang gua suka minta makanan orang*, sikat gigi, jalan-jalan, dan saat istirahat main ayunan, jungkat-jungkit, perosotan dan teman-temannya yang gak bisa gua sebutin satu per satu. Banyak moment-moment yang tak terlupakan. Salah satunya adalah moment terkampret, waktu itu gua lagi asyik main ayunan, gua lagi coba mengayunkan ayunan ini setinggi-tingginya bersamaan dengan cita-cita gua *oke itu gaje*. Tiba-tiba ada anak cewek *namanya sephia, kek lagunya Sheila on 7* sama neneknya nyamperin gua, tanpa basa basi si nenek ini nyuruh gua turun dari ayunan. Gua pun langsung ngasih ayunan dengan muka kesal, lalu si nenek pun berkata "saya laporin polisi kamu". Gua yang pada saat itu ketakutan pun langsung bergegas sembunyi di ruang guru sambil jongkok dan memantau untuk memastikan kalo ga ada polisi, seorang guru pun bertanya ke gua "zaki lagi ngapain?", dengan polosnya gua menjawab "ada polisi bu".  Semenjak saat itu gua gak pernah main ayunan di tempat favorit gua itu, sekalinya gua main ayunan disitu, gua harus melihat-lihat keadaan sekitar dulu buat mastiin ada atau tidaknya nenek-nenek. Si nenek itu beruntung, pada saat itu gua masih belum kenal kak Seto. Dia pun bisa terbebas dari pasal pengancaman anak.
 
Setelah mengalami masa-masa TK, tibalah masa-masa SD. Track record saat gua SD kelas 1 adalah tidak pernah absen. Alhasil gua pun mendapat ranking 7 dan itulah salah satu pencapaian terbaik gua saat SD. Gua masih inget waktu gua kelas satu SD, gua pernah bikin nangis temen gua *adegannya lupa* sampe-sampe orang tuanya nyamperin ke kelas gua. Untungnya pada saat itu firasat gua bekerja dengan sangat baik, gua pun ngumpet di bawah meja, jadi lolos dari omelan. Waktu SD gua sering banget di jewer gak guru, gak nyokap gua, dua-duanya sama-sama mempunyai hobi yang sama. Alhasil kuping gua pun rada-rada dablang gitu sampe sekarang. PR dan kertas ulangan adalah penyebab kenapa kuping gua dijewer. Prestasi gua ketika agustusan pun sama tidak secemerlangnya dengan prestasi di akademik. Terbukti ketika lomba kerupuk, lomba kelereng pake sendok, lomba masukin paku dan masukin belut, gua gak pernah menang. Gua cuma pernah menang lomba pukul balon, itu pun juara 3, itu juga sesekalinya gua juara. 

Masa-masa SD gua, semuanya gua isi dengan main. Gua pun sudah mengatur jadwal main gua dengan sangat teliti. Siang sehabis pulang sekolah gua main play station, sedangkan sorenya main keluar,  tergantung musim yang lagi tren pada saat itu. Biasanya  selain musim hujan, musim kemarau, musim duren, musim kawin dan sejenisnya, waktu dulu juga terdapat musim lain, yaitu musim layangan, musim kelereng, musim tajos, musim gambar dan masih banyak lagi. Semua orang mengacu pada sistem permusiman ini. Sampai sekarang gua masih bingung, entah siapa yang memulai membuat permusiman seperti ini. Sistem musiman seperti ini jadi pembicaraan hangat ketika di sekolah. Contohnya saat musim kelereng tiba, semua murid-murid lebih sibuk mempersiapkan kelereng terbaiknya dibandingkan mengurusi PR matematika. Gua dulu adalah salah satu pegundu terbaik se-kelas pas SD, berkat latihan yang keras sama temen rumah dan temen ngaji. 

Minggu, 18 Oktober 2015

Kucing Jantan

Selamat malam bagi orang yang nganggur dan para stalker. Terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk baca blog gua yang amat ga penting, tanpa gua waktu nganggur kalian pasti kurang bermakna. (oke itu basi). Seperti judul di atas "Kucing Jantan", kali ini gua bakal ngebahas tentang kucing gua namanya "Messi". Kebetulan tepat pada tanggal 21 September lalu beliau wafat. Sebelumnya dia sakit-sakitan dan gak nafsu makan. Banyak spekulasi yang bermunculan kenapa Messi bisa mati, mulai dari keselek tulang, bosen hidup (gara2 ditinggal pacarnya) sampe nenggak bayclin(dengan alasannya sama yaitu bosen hidup). Tapi menurut gua keselek tulang adalah alasan yang paling realistis.

Si Messi ini adalah kucing kampung yang manja, makan aja minta diambilin. Tak seperti kucing garong kebanyakan, ketika ada makanan di atas meja makan, Ia cuma mengendus-ngendus lalu mengikhlaskan makanan tersebut untuk majikannya lalu pergi. Makanan favoritnya adalah kepala ayam dan ikan tongkol. Dia pun tahu waktu kapan dia harus mengeong untuk minta makan dan kapan harus pergi main (biasanya sih maen ke kucing tetangga sebelah, kadang juga nyapa musuhnya yang lagi nongkrong di markasnya). Messi ini dulunya kucing yang periang. Gua masih inget ketika dia masih kecil dan pertama kalinya dia datang kerumah gua buat minta setoran makan. Pada saat itu dia selalu mencakar kaki manusia yang ada di hadapannya, gua pun selalu was-was ketika ngelangkah kalo si messi ini berada dibelakang gua. Messi tergolong kucing yang sangat amat tidak mengenakan bila digendong, dia selalu mencakar siapa pun yang menyentuh tubuhnya. Messi kecil hari-harinya kebanyakan dihabiskan tidur di dalam rumah.

Waktu pun terus berlalu, messi pun bertambah dewasa. Dia sudah tidak lagi mencakar-cakar kaki orang. Dia terlihat lebih kalem dan lebih tenang, tapi wajah imutnya masih seperti dulu tak ada yang berubah. Messi yang kini telah menjadi dewasa pun mempunyai pacar. Kucing yang tinggal di klinik adalah pacarnya. Setiap pagi setelah sarapan, messi pun bergegas apel kerumah pacarnya. Begitu pun saat siang, dia hanya ke rumah majikannya cuma numpang makan abis itu pergi lagi. Kadang saat malam tiba, Ia meminta izin  menginap dirumah pacarnya. Kesehariannya selalu begitu terus. Gua melihat messi  menjadi messi yang lebih periang dari sebelumnya.

Hingga pada akhirnya, di suatu pagi pacarnya mati karena keracunan. Messi yang tidak tahu kenapa pacarnya tidak bangun dari tidurnya pun mencoba membangunkan dengan cara memijat-mijat dengan kedua kakinya sambil mengendus-endus, lalu kemudian teriak meong...meong...meong (kurang lebih terjemahannya seperti ini, "Sayang bangun!! Katanya sekarang kita mau pergi makan ayam kecap kesukaan kamu"). Messi pun mulai punya prasangka buruk tentang pacarnya. Messi mencoba terus memijat ke arah perut hingga kebawah tenggorokan sambil teriak meong...meong...meong ("Sayang ih sumpah ga lucu pisan, bangun atuh!"). Hingga pada akhirnya dia menyadari kalo pacarnya sudah berpulang ke pangkuan yang maha kuasa. Raut kesedihan terpancar dari mukanya. Tepatnya sore pada waktu itu, messi untuk pertama kalinya mengeong pertanda ungkapan kesedihan dirinya. Dia mengeong dengan suara dan perasaan hati yang tak bisa dijelaskan oleh kata2 bangsa perkucingan maupun manusia. Dia berkabung untuk orang yang dicintainya. Pada sore itu messi tak bisa membendung suasana hatinya, dia tetap mengeong.

Sejak saat itu messi bukan kucing periang yang dulu pernah gua kenal. Dia selalu menyendiri, kebanyakan bengong, terlihat murung,  tapi dia mencoba tetap tegar. Gua tau apa yang messi rasakan dan gua coba memahaminya. Saat malam hari, Ia selalu terbangun dari tidurnya sambil menatap ke luar ke arah jendela, tak sampe satu jam dia pun mencoba kembali tidur. "Messi udah ga pulang udah lebih dari 3 hari", kata nyokap. Biasanya si messi ini selalu pulang pagi walaupun dia nginep tidur dimana tau, tapi juga pernah ga pulang 2 hari gara-gara ke kunci di posyandu deket rumah. Gua pun menduga-duga pasti ada kenapa2 sama si messi. Beberapa hari kemudian dia pun pulang ke rumah dengan kaki pincang dan badannya yang kurus *entah dia puasa berapa hari*. Spekulasi pun bermunculan, kuat dugaan si messi ini keserempet mobil/motor. Dia pun mau gamau diem di rumah terus karna gabisa kemana. Gua pun mulai iba. Kadang gua membiarkan dia tidur di atas kasur gua dengan balutan bedcover dibawahnya. Ini bukan pertama kalinya messi sakit seperti ini. Setelah melewati masa pemulihannya, dia pun udah bisa pergi ke luar. Hari demi hari telah terlewati, messi pun kembali sakit. Kali ini dia gamau makan, entah karna ada sesuatu yang mengganjal ditenggorokannya atau alasan lain. Dia pun semakin lemah. Dia sakit dan tidak mau makan. Pada saatnya tiba dia pun meninggal pagi2.

Bagi gua messi adalah bukan cuma kucing biasa, dia udah dianggap sebagai bagian dari keluarga gua. Messi adalah sosok yang sangat dikenal oleh para tetangga dan kucing2 lainnya. Dia pergi untuk meninggalkan kenangan untuk orang-orang yang mengenalnya. Dia mengajarkan beberapa hal ke gua, yaitu mencintai seseorang sewajarnya karena suatu saat orang itu bakal meninggalkan luka buat kita dan kita ga bakal pernah tau. Ga ada lagi messi si kucing periang, messi yang suka nyakar-nyakar, messi yang selalu memasang muka imut, dan messi yang suka dateng ke kamar gua lalu tidur. Memang ga akan ada messi untuk kedua kalinya. Tapi suatu saat gua bakal melihara messi berikutnya :)).

Jumat, 16 Oktober 2015

Introduction

Entah gua harus mulai dari mana, tapi selamat pagi untuk yg belum tidur terutama buat yg nan jauh disana (entahlah buat siapa aja). Oke ini adalah blog kedua gua, sebelumnya azax31.blogspot.com tapi tampaknya blognya rada gak tertata rapi dan yaaaaa.... terlihat usang ala kadarnya (sama kek hati ini). Bagi yg belum kenal gua, perkenalkan gua Ahmad Zaki Aulia biasa di panggil zaki. Gua anak bungsu, zodiaknya Gemini seperti yg kita tahu yaa cowok gemini itu setia, pintar, baik, ramah, rajin menabung, tidak sombong dan yg terakhir adalah imut. (oke bagi yang mulai berasa mual-mual, siapin kantong kresek). Gua ini blasteran Sunda-Jawa. Bokap gua Sunda dan Nyokap Jawa.
Gua sekarang Mahasiswa semester 3 di salah satu perguruan tinggi swasta di Ibu Kota tercinta dan terindah ini (sorry gua ralat) yaaa di Ibu Kota terkumuh dan menyebalkan ini. Kenapa gua bilang kaya gitu? ya you know lah. Gua sekarang ngekost, ya jadi gua harus mandiri. Biasanya dirumah makan gampang tinggal ngambil, tapi sekarang harus jalan beratus-ratus meter untuk makan. (engga deng gua lebay). Dan inilah penyebab yg membuat badan gua gak gede-gede. Selain malesnya gua beli makan, lebih lagi gua juga suka ngirit maklumlah anak kost, ya alesannya karna gua harus menghitung jumlah pengeluaran. Selain alesan gua yg tadi udah gua sebutin, ada satu alasan lain yg menurut gua masuk akal tapi belum teruji di ITB dan IPB. Ya mungkin itu karna ga ada yg merhatiin gua. (Hiks...hiks..)


Alesan gua menulis blog adalah karna blog adalah tempat gua untuk mengungkapkan apa yg gua resahkan selama ini. Ya gua gatau harus kepada siapa dan kepada apa gua mengungkapkan keresahan gua/unek-unek yg selama ini gua alami, dan blog adalah tempat yg tepat. Alesan gua kasih nama galau-able sama blog ini karna isi dari blog ini tuh hal-hal yg bisa buat galau/gampang ngegalau. Ya dengan kata lain nantinya gua bakal nulis tentang apa yg pernah buat gua galau, atau mungkin kurang lebih mirip2 sama apa yg lo alamin. Tapi buat yg ga suka galau2an tenang aja blog ini isinya bukan tentang galau dari paragraf satu sampe akhir, dan ya intinya gua pengen sampe ngebuat lo bilang "ini bener banget nih".

Mungkin hanya ini yg bisa gua tulis di postingan introduction ini. Kurang lebih mohon maaf kalo ada salah2 kata. Buat kedepannya semoga blog gua isinya gak ngelantur, tulisannya lebih rapi, mudah dimengerti isinya dan pesannya dapat tersampaikan ke khalayak ramai. Buat yg baca blog gua kedepannya diharapkan untuk membawa kantong kresek, siapa tau ada kata2 yg membuat lo mual2. Untuk yg sering ayan atau kejang2 dan semacamnya, gua mohon untuk meminta tolong kepada tuhan yg maha esa agar dijauhkan dari segala hal yg buruk. Karna gua gamau ngedenger ada berita " seorang pemuda/pemudi tewas karna membaca blog ". Dan itu aneh banget. Oke sekian dari gua sampe ketemu di postingan berikutnya gaes.

Minggu, 11 Oktober 2015

Tips Menaiki Commuter Line

Selamat malam buat yang ngebaca blog ini dan buat seseorang yg nan jauh disana *entah siapapun itu*. Akhirnya gua bisa meluangkan waktu untuk nulis lagi, dan menjaga agar blog ini tidak usang seperti blog pertama gua. Ya karna gua gamau ngeliat blog ini dipenuhi dengan kecoa terbang, tikus makan sabun dan sebangsanya.

Sebelumnya gua mau curhat dulu sebentar, akhir2 ini gua lagi disibukan dengan banyaknya tugas, sampe2 gua nginep kesana kemari buat ngerjain tugas bareng. *alesan gua nginep sebenarnya adalah dapet makan gratis*. Ngomong2 gua ini pengguna setia commuter line atau yg biasa disebut KRL(kereta rel listrik). Waktu2 gua bisa ngeluangin buat nulis adalah saat gua lagi di kereta. Ya karna itu waktu kosongnya gua, lebih lagi gua suka gabut gitu di kereta. Tapi kadang ada kampret moment di kereta, ketika gua lagi nulis blog tiba2 ada ibu2 yang nyuruh berdiri. Kadang juga ada cewe cakep lagi berdiri didepan gua, sebagai cowo sejati gua pun mempersilahkan dia duduk. Tapi ada satu yang lebih kampret, yaitu pas gua lagi nulis, ada aja bapak2 kepo yang duduk disebelah gua. Karna merasa risih gua pun sesekali menoleh ke arah bapak tersebut, lalu dia pun langsung membuang muka. *Kurang lebih percis kek adegan2 di sinetron2 gitu, gua pun membayangkan betapa jijinya moment tersebut*.

Gua ini udah menjadi pelanggan setia commuter line sejak gua memutuskan untuk menimba ilmu di ibu kota *Ceileh*. Berdasarkan pengalaman gua naik commuter line, gua pun  menyimpulkan beberapa tips & trik yang pastinya ga gua dapet ketika duduk di bangku sekolah tentang "Panduan Cara Berpergian Menggunakan Commuter Line". Karna ini sangat penting buat kelangsungan hidup umat manusia *oke itu bulshit*. Apalagi kalo lu yg setiap hari pake commuter line entah itu ke tempat kerja, ke sekolah/kampus atau lu iseng aja gitu gada kerjaan gabut terus naik commuter line.


Oke berikut beberapa tips dari gua :
1. Beli tiket. Oke mungkin tips pertama ini ga penting buat disebutin semua orang juga tau.
2. Cari tempat duduk yang nyaman dan aman. Carilah tempat duduk yang jauh dari anak kecil dan ibu2 yang suka selfie di commuter line, ya you know lah. Satu lagi, jauhilah duduk bersebelahan dengan orang yang bau ketek.
3. Persiapkan mata ngantuk anda dan tidurlah senyenyak mungkin. Ini adalah cara terbaik buat jaga tempat duduk biar ga di ambil orang.
4. Jangan berdiri di depan pintu pada jam2 orang pergi dan pulang kerja. Berdasarkan pengalaman yg pernah gua alami, gua pernah terombang-ambing *oke itu lebay* yang awalnya gua berdiri tepat di depan pintu jadi kegeser-keser sampe ke tengah.
5. Berilah tempat duduk anda untuk lansia, ibu hamil dan anak kecil. Sebagai penumpang commuter line yg baik kita harus memberikan hak kita kepada yang lebih membutuhkan dari pada kita.

Oke mungkin sekian tips2 yang bisa gua kasih. Maaf bila ada kata2 yg menyinggung. Terima kasih.